Powered By Blogger

Selasa, 05 Januari 2016

Tugas 8 : Psikologi Managemen (Review Jurnal tentang Job Enrichment)


KELOMPOK SEMANGKA   :
1.     Amylia Arifin                   ( 10513806 )
2.     Dicky Noviandi R             ( 12513423 )
3.     Hendra Setiawan              ( 14513020 )
4.     Ikhasan Zakaria               ( 14513257 )
5.     Widya Djaati                    ( 19513267 )


Kelompok kami akan mereview jurnal yang bertemakan Job Enrichment. Jurnal yang kami pilih : “Pengaruh Job Enrichment Terhadap Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Karyawan Pizza Hut Surabaya”. Link : http://studentjournal.petra.ac.id/index.php/manajemen-perhotelan/article/viewFile/2831/2538 diakses tanggal 04 januari 2016
Silahkan klik link tersebut untuk mengetahui Jurnal yang kami review. Terima kasih J

TUGAS REVIEW JURNAL PSIKOLOGI MANAGEMEN
Jenis Penelitian          : Penelitian Kuantitatif dan Hubungan Kausal
Nama Penulis             : Carissa Faustina Gondosiswanto, Silvia Florencia
Judul Jurnal                : Pengaruh Job Enrichment Terhadap Motivasi Kerja 
                                     dan  Kepuasan Kerja Karyawan Pizza Hut Surabaya


A.    Latar Belakang
Pentingnya manajemen sumber daya manusia dalam organisasi menjadi permasalahan utama yang dihadapi banyak organisasi khususnya di bidang bisnis. Kemampuan menghadapi tantangan pada sebuah organisasi tergantung pada kemampuan dalam mengatur dan mengelola sumber daya manusianya karena sumber daya manusia inilah yang akan menjadi competitive advantage dari sebuah perusahaan. Seperti yang diutarakan oleh Porter (2008). Permasalahan yang muncul terletak pada bagaimana mempertahankan karyawan untuk tetap dapat bekerja sesuai dengan tuntutan yang ada, dan selalu bersemangat dalam setiap pekerjaannya (Kartika, 2010). Salah satunya dengan cara melakukan job enrichment terhadap karyawan. Job Enrichment adalah pendekatan desain pekerjaan yang secara langsung menerapkan teori karakteristik pekerjaan untuk membuat pekerjaan lebih menarik dan meningkatkan motivasi kerja karyawan.
Job enrichment memberikan motivasi kerja bagi karyawan dengan memberi karyawan kesempatan untuk menggunakan berbagai kemampuan yang dimiliki karyawan. Dengan meningkatkan job enrichment, maka akan dapat meningkatkan pula motivasi kerja karyawan. Motivasi dapat ditingkatkan melalui berbagai cara, antara lain dengan memberikan job enrichment pada para karyawan.

Dengan meningkatkan job enrichment, maka akan dapat meningkatkan pula kepuasan kerja karyawan (Raza & Nawaz, 2011). Kepuasan kerja (job satisfaction) merupakan seperangkat perasaan pegawai tentang menyenangkan atau tidaknya pekerjaan (Umar, 2008). Kepuasan kerja karyawan dapat mempengaruhi kinerja karyawan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja dari perusahaan itu sendiri.

B.    Metode
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan hubungan kausal.
C.    Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan yang bekerja di Pizza Hut Surabaya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah (a) probability sampling,  (b) cluster sampling.  Jumlah sampel yang akan diteliti  adalah sebesar 100 responden dari karyawan yang bekerja di Pizza Hut yang Outletnya berdiri sendiri  (bukan bagian dari mall).



D.    Definisi Operasional Variabel
Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah 1 variabel bebas ata independen (X), yaitu Job enrichment dan 2 variabel terikat atau variabel dependen (Y), yaitu Motivasi Kerja (Y1) dan Kepuasan Kerja (Y2).

E.    Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan analisis regresi linear sederhana.

F.     Hasil Penelitian Dan Pembahasan
Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif memberikan gambaran suata data yang dilihat berdasarkan nilai rata-rata (mean). Mean adalah nilai rata-rata dari keseluruhan responden.


Berdasarkan data di atas, dari hasil jawaban responden diperoleh nilai rata-rata total variabel job enrichment sebesar 3.872, jadi kesimpulan yang didapat ialah karyawan Pizza Hut Surabaya secara keseluruhan menyatakan bahwa job enrichment dimana karyawan bekerja adalah baik.

G.    Pembahasan
Dari hasil penelitian di atas dapat dilihat bahwa Nilai Koefisien Korelasi (R) bertanda positif dengan nilai job enrichment juga bertanda positif hal tersebut menunjukkan bahwa job enrichment memiliki hubungan positif yang kuat terhadap motivasi kerja karyawan di Pizza Hut Surabaya hal ini berarti dengan memperhatikan job enrichment di Pizza Hut Surabaya maka akan dapat mempengaruhi motivasi kerja para karyawan pada Pizza Hut Surabaya dengan tingkat pengaruh yang tinggi, selain itu juga job enrichment memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi kerja para karyawan pada Pizza Hut Surabaya. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa dengan meningkatkan job enrichment, maka akan dapat meningkatkan pula motivasi kerja karyawan di Pizza Hut Surabaya secara signifikan.

Job enrichment merupakan suatu pendekatan untuk merancang kembali pekerjaan guna meningkatkan motivasi instrinsik dan meningkatkan kepuasaan kerja. Pekerja diberikan kekuasaan atas pekerjaannya, karyawan dapat membuat pekerjaan karyawan menjadi lebih terspesialisir dan sederhana. Dari hal tersebut pekerja dapat mengembangkan kecakapan yang karyawan miliki. Selain itu, job enrichment mampu membuat pekerja menjadi termotivasi agar berhasil dalam mencapai kepuasaan kerja. Sebab dalam job enrichment disini pekerja melakukan pekerjaan dengan kemampuan karyawan sendiri. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Raza dan Nawaz (2011) dan Ongkowidjojo (2013) yang menyatakan bahwa job enrichment memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja karyawan.



Nilai Koefisien Korelasi (R) bertanda positif dengan nilai job enrichment juga
bertanda positif hal tersebut menunjukkan bahwa job enrichment memiliki hubungan positif yang kuat terhadap kepuasan kerja karyawan di Pizza Hut Surabaya hal ini berarti dengan memperhatikan job enrichment di Pizza Hut Surabaya maka akan dapat mempengaruhi kepuasan kerja para karyawan pada Pizza Hut Surabaya dengan tingkat pengaruh yang tinggi, selain itu juga job enrichment memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan kerja para karyawan pada Pizza Hut Surabaya. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dengan meningkatkan job enrichment, maka akan dapat meningkatkan pula kepuasan kerja karyawan di Pizza Hut Surabaya secara signifikan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Nugraha (2010) yang menyatakan bahwa job enrichment memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Apabila job enrichment semakin tinggi, maka semakin meningkat kepuasan kerja.

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa karyawan merasa cukup bebas dalam melaksanakan pekerjaan serta mudah mengevaluasi hasil kerja karyawan sendiri, kondisi seperti ini sangat diharapkan oleh karyawan, sehingga kepuasan kerja dapat ditingkatkan. Selain itu juga penelitian yang dilakukan oleh Raza dan Nawaz (2011) menunjukkan hasil bahwa job enrichment memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepuasan kerja, hal ini berarti setiap perubahan yang dikarenakan adanya job enrichment dari perusahaan kepada para karyawannya akan mengubah pula kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan.

H.    Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan pembahasan, maka dapat di tarik kesimpulan, yaitu: Job enrichment berpengaruh signifikan dan positif terhadap motivasi kerja. Hal ini berarti bahwa job enrichment yang tinggi dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan dan 103 Job enrichment berpengaruh signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja. Hal ini berarti bahwa job enrichment yang tinggi dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan.

I.     Saran
    a)          Bagi para akademisi dan pembaca untuk memperluas penelitian dengan mempertimbangkan daerah penelitian di tempat usaha atau perusahaan lain sehingga dihasilkan suatu informasi mengenai hubungan antara job enrichment terhadap motivasi kerja dan kepuasan kerja karyawan.
   b)     Melihat peranan job enrichment yang penting dalam memberikan motivasi kerja dan kepuasan terhadap karyawan. Pizza Hut Surabaya sebaiknya mempertahankan job enrichment yang sudah tergolong tinggi agar kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap perusahaan tetap tinggi, sehingga karyawan tetap memiliki kepuasan kerja yang tinggi terhadap pekerjaannya dan motivasi kerja tinggi. Di samping itu untuk mempertahankan job enrichment yang telah ada di Pizza Hut tersebut, manajemen Pizza Hut dapat mengatur pekerjaan karyawan seefektif mungkin sehingga karyawan dapat menyelesaikan aktivitasnya dengan akurat dan tepat waktu. Pizza Hut dapat meningkatkan kebebasan karyawan dalam bertanggung jawab dan memberi umpan balik atas kinerjanya sehingga karyawan dapat merasa dihargai dan dianggap salah satu bagian dari Pizza Hut.











DAFTAR PUSTAKA

Food Festifal Surabaya). Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 12(1), 100- 112.
Kartika, E.W. & Kaihatu, T.S. (2010, March). Analisis Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus pada Karyawan Restoran di Pakuwon
Porter, M.E. (2008). Keunggulan Bersaing: Menciptakan dan Mempertahankan Kinerja Unggul. Tanggerang: Karisma Publishing Group.
Raza, M.A. & Nawaz, M.M. (2011, October). Impact of Job Enrichment on Employees;
Job Satisfaction, Motivation and Organizational Commitment: Evidence from Public Sector of Pakistan. European Journal of Social Sciences, 23(2), 220-226.
Umar, H. (2007). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Minggu, 27 Desember 2015

TUGAS 7 : PSIKOLOGI MANAGEMEN (Review jurnal tentang Motivasi)


KELOMPOK SEMANGKA   :
1.     Amylia Arifin                   ( 10513806 )
2.     Dicky Noviandi R             ( 12513423 )
3.     Hendra Setiawan              ( 14513020 )
4.     Ikhasan Zakaria               ( 14513257 )
5.     Widya Djaati                    ( 19513267 )

Kelompok kami disini  mempunyai tugas meng-review jurnal yang bertemakan  “Motivasi”. Jurnal yang kami pilih : “Pengaruh Motivasi Belajar siswa terhadap Prestasi Belajar IPA di Sekolah Dasar (Studi Kasus terhadap Siswa Kelas IV SDN Tarumanagara Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya)” link nya : http://www.jurnal.upi.edu/file/8-Ghullam_Hamdu.pdf
Silahkan klik link tersebut untuk mengetahui Jurnal yang kami review. Terima kasih J

TUGAS REVIEW JURNAL PSIKOLOGI MANAGEMEN
Jenis Penelitian          : Jurnal Penelitian Kuantitatif
Nama penulis              : Ghullam Hamdu, dan Lisa Agustina  
Judul  Jurnal               : Pengaruh Motivasi Belajar siswa terhadap Prestasi Belajar
IPA di Sekolah Dasar (Studi Kasus terhadap Siswa Kelas IV SDN Tarumanagara Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya)
Ukuran jurnal             : Vol. 12 No. 1 ISSN 1412-565X
Tahun                         : April 2011   



A.   Latas Belakang    :
Pendidikan sangat penting untuk di Era Globalisasi sekarang ini, apalagi sekarang kita hidup di jaman modern, tidak mungkin kita tidak mempunyai pendidikan, ataupun pengetahuan sama sekali, karena jika itu terjadi maka akan akan menghambat kita untuk beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggal kita, baik itu keluarga, sekolah dan tempat umum lainnya. Seperti hal nya dengan pendidikan dan pengajaran itu merupakan suatu proses yang sadar dengan tujuan.  Seperti halnya tujuan dapat diartikan suatu usaha yang memberikan rumusan hasil yang diharapkan siswa setelah melaksanakan pengalaman belajar (Sadirman, 2014). Faktor yang terpenting selain tujuan ialah yaitu faktor  yang  mempengaruhi  prestasi  siswa  adalah  motivasi. 

Dengan  adanya motivasi, siswa akan belajar lebih keras, ulet, tekun dan memiliki dan memiliki konsentrasi penuh dalam  proses  belajar  pembelajaran.  Dorongan  motivasi  dalam  belajar  merupakan  salah  satu  hal yang perlu dibangkitkan dalam upaya pembelajaran di sekolah. Motivasi belajar  yang dimiliki  siswa  dalam  setiap  kegiatan  pembelajaran  sangat  berperan untuk  meningkatkan  prestasi  belajar  siswa  dalam  mata  pelajaran  tertentu  (Nashar,  2004:11). Siswa yang bermotivasi tinggi dalam belajar memungkinkan akan memperoleh hasil belajar yang tinggi  pula,  artinya  semakin  tinggi  motivasinya,  semakin  intensitas  usaha  dan  upaya  yang dilakukan, maka semakin tinggi prestasi belajar yang diperolehnya.

Seperti dalam pengertian lainnya, motivasi (dalam Hakim, 2009) adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan sesorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam belajar tingkat ketekunan siswa sangat di tentukan oleh adanya motif dan kuat lemahnya motivasi belajar yang ditimbulkan motif tersebut.

Untuk jenjang sekolahan, biasanya IPA adalah salah satu mata pelajaran yang sering disukai oleh para siswa, karena dapat memberikan peranan dan pengalaman siswanya. Dengan hasil pembelajaran IPA juga dapat mempengaruhi motivasi yang dimiliki oleh siswa.  Baik itu motivasi dari internal, atau dalam diri siswa nya ataupun motivasi dari eksternal yaitu lingkungan keluarga atau lingkungan tempat tinggal siswa. Pelajaran IPA di sekolah, banyak dilakukan dengan upaya yaitu, salah satu nya melalui peningkatan motivasi belajar. Dalam hal belajar siswa akan berhasil jika dalam dirinya sendiri ada kemauan untuk belajar dan keinginan atau dorongan
untuk belajar, karena dengan peningkatan motivasi belajar maka siswa akan tergerak, terarahkan sikap dan perilaku siswa dalam belajar, dalam hal ini belajar IPA.

B.      Metode    :
Penelitian dari jurnal ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilaksanakan di kelas IV SDN 18 Kecamatan Tawang  Kota  Tasikmalaya  dengan  sampel  sebanyak  26  orang  siswa  dan  dilakukan selama 4 bulan  dari bulan  Agustus sampai dengan  November 2010.
a)     Variabel  Independen : Motivasi belajar siswa dengan 8 indikator disusun dalam Abin  Syamsudin  M  (2007:30)  kemudian  disusun  dalam  bentuk  instrumen  angket  (skala  likert) dengan jumlah 20 soal.
b)     Variabel  Dependen  yaitu  nilai  tes  formatif  mata  pelajaran  IPA  yang berasal dari data dokumentasi rata-rata prestasi belajar siswa dalam pembelajaran.

C.      Subjek penelitian  : 
a)   Siswa kelas IV SDN Kecamatan Tawang  Kota  Tasikmalaya
b)   Sampel 26 orang siswa  dilakukan penelitian selama 4 bulan dari bulan agustus sampai dengan November 2010

D.      Hasil penelitian   :
Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  secara  umum motivasi belajar  dan  prestasi belajar siswa kelas IV SD N Tarumanagara tergolong baik. Analisis juga menunjukkan bahwa pengaruh motivasi  belajar  besar  pengaruhnya  terhadap  prestasi  belajar  IPA  dari  siswa.  Sehungga sebagaimana  yang  diungkapkan  oleh Keller  (dalam  Nashar,  2004:77)  bahwa  prestasi  belajar
dapat dilihat dari terjadinya perubahan hasil masukan pribadi berupa motivasi dan harapan untuk berhasil.  Peningkatan  hasil  belajar  siswa  dipengaruhi  oleh  banyak  faktor  salah  satunya  adalah motivasi untuk belajar.

Hasil  penelitian  ini  juga  menginformasikan  terdapat  pengaruh  yang  signifikan  antara motivasi terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini berarti bahwa jika siswa memiliki motivasi dalam belajar, maka prestasi belajarnya pun akan baik (tinggi). Sebaliknya jika siswa memiliki kebiasaan yang buruk dalam belajar, maka prestasi belajarnya pun akan buruk (rendah)

E.      Hipotesis jurnal :
Berdasarkan uji hipotesis diperoleh, besarnya koefisien korelasi (r) yaitu sebesar 0,693 lebih besar  dari  0,491  dengan  taraf  signifikan  1%.  Dengan  demikian  dapat  disimpulkan  bahwa  Ha diterima  yaitu  “terdapat  hubungan  motivasi  belajar  terhadap  prestasi  belajar  IPA”  Jika dikonsultasikan  dengan  pendapat  Arikunto,  S  (2006)  maka  besarnya  korelasi  ini  berada  pada rentang  0,600  –  0,800  dengan  tingkat  hubungan  yang  tinggi.  Dengan  demikian  data  di  atas

F.       Kelebihan dan kekurangan jurnal :
Secara keseluruhan jurnal ini sudah terlihat sangat baik dalam hal mendeskripsikan apa yang ingin disampaikan oleh peneliti.  Dikarenakan penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan metode secara kuantitatif yakni dengan variabel independen dan dependen , peneliti lebih bisa menyaksikan langsung kejadian di lapangan seperti apa. Deskripsi yang detail dan mendalam tentang kasus merupakan sebuah keharusan bagi peneliti kualitatif. Kemudian dari segi struktural,  akan lebih baik lagi jika ditambahkan poin masalah atau pertanyaan penelitian. Hal ini tentunya akan membantu peneliti untuk mempermudah dalam hal mengkategorikan atau mengklasifikasikan tujuan penelitiannya.  

G.     Kesimpulan                     :
Menurut saya,  kesimpulan yang diambil dari penelitian ini dengan berdasarkan pengolahan data, yang di dapat pada saat melakukan penelitian yang dibantu dengan program SPSS 16.0 menyatakan bahwa siswa kelas IV SDN Tarumanegara Kota Tasikmalaya terhadap motivasi belajar dengan prestasi belajar memiliki pengaruh yang signifikan, dengan ini disimpulkan bahwa terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA”. Setelah dikorelasikan menunjukkan interprestasi tingkat reliabilitas tinggi besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas IV SDN Tarumanagara Tawang Tasikmalaya adalah sebesar 48,1%.







REFERENSI

Abin Syamsudin. (1996). Psikologi kependidikan. Bandung: Remaja Rosda karya.
Hakim, T. (2009). Belajar secara efektif. Jakarta : Rajagrafindo Persadan
Nashar. (2004). Peranan motivasi dan kemampuan awal dalam kegiatan pembelajaran. Jakarta: Delia Press.
            Sadirman. (2004).Interaksi dan motivasi belajar. Jakarta: Rineka Cipta.