Powered By Blogger

Minggu, 11 Desember 2016

TUGAS SOFTSKILL SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI MODEL SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI BERBASIS KOMPUTER (SISTEM PENYELEKSIAN PEGAWAI)


Nama Anggota Kelompok :
  1. Hilda Azkya Mawardya         (14513121)
  2. Lily Melinda                           (14513987)
  3. Marchsya Rahayu K.              (15513261)
  4. Nelda Triana                           (16513374)
  5. Qory Yuliana                          (17513064)
  6. Widya Djaati                          (19513267)

Sistem Penyeleksian Pegawai
CAT (Computer Assisted Test)

A.    LATAR BELAKANG
Dewasa ini tidak dapat dipungkiri bahwa kita semakin di manjakan oleh berbagai teknologi, mulai dari gadget sampai transportasi berbasis online. Manusia juga semakin pintar untuk menciptakan teknologi-teknologi yang mulai mempermudah setiap aktivitas manusia dijaman yang semakin berkembang. Banyak keuntungan yang kita peroleh walaupun tetap ada sisi negatif dibalik kemajuan teknologi informasi. seperti contoh yang akan kami bahas disini adalah tentang penyeleksian pegawai yang sudah berbasis komputer. Calon pegawai tidak perlu datang ke kantor atau membawa kertas berupa hard copy, calon pegawai cukup mengikuti tes online yang disediakan dalam waktu tertentu.
               Alat tes yang akan kami bahas disini adalah CAT (Compute Assisted Test) yang belakangan ini dipakai untuk penerimaan calon pegawai negeri sipil. Calon pegawai dipermudah untuk mengikuti serangkaian tes yang disediakan yang berbasis komputer. Semua tes sudah mencakup kriteria penerimaan pegawai.

B.    RUMUSAN MASALAH
-        Apa yang dimaksud dengan CAT (Computer Assisted Test)?
-        Bagaimana Langkah-Langkah CAT (Computer Assisted Test)?
-        Apa manfaat CAT (Computer Assisted Test)?

C.    TUJUAN
-    Untuk memenuhi tugas mata kuliah sistem informasi psikologi
-    Untuk memahami alat tes berbasis komputer
-    Untuk memahami bagaimana pelaksanaannya CAT (Computer Assisted Test)

D.    PEMBAHASAN
1. Sejarah CAT (Computer Assisted Test)
Manajemen SDM akan terus berkembang seiring dengan perkembangan paradigma yang dianut. Adapun puncak dari keseluruhan perubahan ini adalah tuntutan akan “reformasi sistem manajemen SDM” yang didasarkan pada prinsip good governance.Tuntutan tersebut berdasarkan pada visi strategis, akuntabilitas, transparansi, responsibilitas, kompetensi, desentralistis dan demokratisasi, berorientasi pada hasil, partisipatif, dan sebagainya. Tuntutan ini akan terwujud apabila dilakukan penataan kembali sistem manajemen kepegawaian, termasuk di dalamnya adalah tuntutan perubahan “sistem rekrutmen CPNS”, yang lebih mengakomodasikan dan memberi ruang bagi penerapan prinsip-prinsip tersebut.
Dengan adanya perbaikan sistem rekrutmen CPNS diharapkan akan mendorong terciptanya ASN yang profesional dalam memberikan pelayanan masyarakat, perekat, dan pemersatu bangsa. Oleh karena itulah sebagai upaya tindak lanjut dalam pengembangkan sistem rekrutmen pegawai ASN berbasis merit system harus dilaksanakan sesuai tuntutan persyaratan jabatan. BKN sebagai lembaga yang punya peran dan tanggungjawab dalam melaksanakan kebijakan dan manajemen ASN terus melakukan upaya perbaikan sistem rekrutmen ASN dengan menerapkan sistem CAT.
Sistem rekrutmen ASN dengan menerapkan metode CAT ini akan lebih menjamin obyektivitas untuk mendapatkan CPNS dan PPPK yang lebih qualified, competen, dan mempunyai daya saing global. Untuk mempercepat program reformasi birokrasi secara nasional, pemerintah telah mencanangkan beberapa langkah startegis sesuai dengan core business di masing-masing Lembaga pemerintahan, tidak terkecuali BKN. Dalam kaitan ini BKN telah menetapkan perhatian khusus dalam kebijakan manajemen ASN, khususnya untuk meningkatan profesionalisme yang dimulai dari proses rekrutmen yang berkualitas. Guna mewujudkan hal tersebut, maka pada tahun 2009 BKN telah meluncurkan CAT yang merupakan sebuah media seleksi dengan pendekatan computerise. Penerapan sistem CAT ini merupakan salah satu target dari sembilan percepatan reformasi birokrasi di bidang SDM aparatur yang digagas oleh BKN.

2.     Pengertian CAT (Computer Assisted Test)
Menurut BKN (Badan Kepegawaian Negara), yang dimaksud dengan pengertian CAT (Computer Assisted Test ) adalah suatu metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS. Standar kompetensi dasar CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) diperlukan untuk mewujudkan profesionalisme PNS (Pegawai Negeri Sipil), dan CAT dipercaya bisa menjamin standar kompetensi dasar CPNS dalam TKD (Tes Kompetensi Dasar).
Computer Assisted Test (CAT) adalah metode ujian dengan menggunakan aplikasi komputer dimana dalam aplikasi tersebut tersedia soalsoal ujian Tes Kompetensi Dasar (TKD) yang terdiri dari Tes Pengetahuan Umum (knowledge), Tes Bakat Skolastik (skill), Tes Skala Kematangan (attitude)

3.     Manfaat dan Kegunaan CAT (Computer Assisted Test)
-        Peserta tes dapat mendaftarkan diri melalui internet.
-        Peserta tes dapat dinilai langsung sesuai dengan hasil yang diperoleh.
-        Keseluruhan materi soal tes komputerisasi dasar (tes pengetahuan umum,. Tes bakat skolastik dan tes skala kematangan) dan tes kompetensi kepegawaian (tes pengetahuan umum, tes substansi kepegawaian, dan tes skala kematangan) dapat diakses melalui komputer.
-        Penilaian dilakukan secara obyektif.
-        Peserta ujian dapat segera mengetahui capaian nilai (skor) yang diperoleh setelah ujian selesai.

4.     Langkah – Langkah atau Tata Cara CAT (Computer Assisted Test)
a.       Untuk masuk kehalaman log in silahkan klik pada icon google crome
b.       Akan tampil halaman log in
c.       Pada halaman login peserta harus mengisikan NIK (nomor identitas kependudukan) dan nomor ujian
d.       Kemudian klik tombol log in
e.       Tampil halaman data peserta
f.        Periksa data peserta terutama NIK, No. Ujian, dan Nama Peserta
g.       Untuk data yang lain apabila terdapat kesalahan, abaikan dulu dan dapat di update kemudian
h.       Bila data sudah sesuai, silahkan klik tombol mulai ujian. Sedangkan bila data tidak sesuai silahkan klok tombol batal ujian kemudian login lagi dengan memasukan NIK, No. Ujian yang benar
i.        Setelah klik tombol mulai ujian, maka akan tampil halaman soal
j.        Soal berbentuk multiple choice yang terdiri dari A, B, C, D, E
k.       Untuk menjawab soal, arahkan kursor pada posisi pilihan jawaban kemudian klik jawaban peserta
l.        Jika peserta sudah yakin dengan jawaban peserta, maka klik tombol simpan dan lanjutkan. Tapi jika peserta masih ragu dengan jawaban peserta, maka klik tombol lewatkan soal ini dan akan tampil soal berikutnya.
m.     Apabila soal sudah habis, maka soal akan kembali ke nomor 1
n.       Pada bagian atas layar terdapat informasi tentang batas waktu, sisa waktu, jumlah soal, soal dijawab dan belum dijawab.
o.       Kemudian di bawah soal terdapat kotak-kotak yang melambangkan nomor soal. Jika kotak berwarna merah artinya soal belum dijawab. Jika kotak berwarna hijau artinya soal sudah dijawab.
p.       Setiap tampilan terdapat 20 kotak soal, apabila ingin melihat kotak berikutnya maka klik tombol anak panak ke kanan, dan apabila ingin melihat kotak sebelumnya klik tombol anak panak ke kiri
q.       Jika peserta merasa ragu terhadap jawaban yang telah dipilih, maka peserta dapat mengubahnya.
r.        Misal peserta ingin mengubah jawaban nomor satu, klik kotak nomor 1 maka soal nomor satu akan muncul, ubah jawaban dengan mengklik jawaban yang menurut peserta benar kemudian klik tombol simpan dan lanjutkan, maka jawaban yang baru telah tersimpan
s.        Apabila peserta sudah selesai menjawab semua soal dan merasa yakin sedangkan waktu masih tersisa, silahkan klik tombol selesai ujian
t.        Tampil warning “apakah anda ingin mengakhiri ujian?”. Jika dijawab tidak maka akan kembali ke halaman soal dan jika peserta menjawab ya, maka peserta dinyatakan selesai mengikuti ujian.
u.       Tampil halaman kuisioner, isikan sesuai dengan pilihan dan saran peserta lalu klik tombol simpan
v.       Tampil nilai ujian
w.      Aplikasi akan menutup otomatis setelah waktu ujian sudah habis dan langsung menampilkan halaman kuisioner dan kemudian halaman score
x.       Selesai
    
5.     Perbandingan tes CAT manual dan berbasis komputer
Dinamika dan perkembangan lingkungan strategis yang dipengaruhi oleh arus globalisasi berdampak pada aspek kepegawaian. Maka dari itu diperlukan pengembangan sistem secara efektif dan efisien yang mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik. Upaya yang dilakukan adalah membangun dan mengembangkan sistem rektutmen dan seleksi pegawai berbasis komputer yaitu Computer Assisted Test (CAT). Sistem rekrutmen model CAT ini menggunakan pendekatan komputerisasi yang sistem calon pegawai akan menjalankan tes seleksi dengan menggunakan komputer secara langsung dan hasil penilaian bisa dilihat saat itu juga. Metode ini digunakan untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya praktek-praktek KKN dalam seleksi calon pegawai. Metode CAT membutuhkan fasilitas komputer dan jaringan internet yang memadai. Tetapi untuk masyarakat yang berada di daerah terpencil mereka akan mengalami kendala dalam jaringan internet. Tes kepegawaian secara online sangat diperlukan pada saat ini dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat segala sesuatu menjadi mudah, cepat, dan praktis. Tetapi perlu diperhatikan juga untuk daerah-daerah terpencil yang belum memiliki jaringan internet yang bagus. Sedangkan tes kepegawaian secara manual dengan tes tertulis menggunakan LJK terlihat tidak efektif dan efisien pada saat ini tetapi masih dibutuhkan untuk daerah yang sarana dan prasarananya terbatas.

E.    PENUTUP
Kelemahan dan Kelebihan CAT (Computer Assisted Test)
Keuntungannya antara lain nilai hasil score ujian yang langsung saat itu juga dihasilkan, lebih akurat dan minim human error Tetapi ada juga kelemahannya, antara lain tidak dapat dilasanakan bersamaan sekaligus karena keterbatasan fasilitas yang ada. Dibutuhkan dana besar untuk investasi sarana prasarana dan infrastruktur handal, seperti pasokan listrik stabil tidak mati2, genset persediaan, perangkat komputer, aplikasi handal. Akibatnya, pelaksanaan ujian memakan waktu berhari-hari.

F. Kesimpulan
CAT (computer Assisted Test) adalah suatu metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS. CAT memiliki manfaat dan kegunaan yaitu bisa mendaftarkan diri melalui internet, materi soal tes dapat diakses melalui komputer, penilaian dilakukan secara obyektif, nilai/skor bisa diperoleh setelah ujian selesai. Cara menggunakan tesnya pun mudah, pertama masuk ke google crome kemudian masukan NIK dan nomor peserta. Akan tampil halaman data peserta, untuk data yang terjadi kesalahan bisa di update kembali. Klik tombol mulai ujian kemudian akan tampil halaman soal, soal berbentuk multiple choice. Setelah selesai dan soal terjawab semua dan waktu masih tersisa, klik tombol selesai ujian. Tampil warning “apakah anda ingin mengakhiri ujian?”. Jika dijawab tidak maka akan kembali ke halaman soal dan jika peserta menjawab ya, maka peserta dinyatakan selesai mengikuti ujian. Tampil halaman kuisioner, isikan sesuai dengan pilihan dan saran peserta lalu klik tombol simpan, tampil nilai ujian. Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa tes CAT merupakan tes yang berbasis online dan mudah untuk digunakan karna peserta tidak perlu menyiapkan alat tulis dan print out soal. Untuk mengetahui nilai/skor pun tidak membutuhkan waktu, setelah selesai tes nilai akan muncul secara otomatis.


SUMBER:
http://www.bkn.go.id/produk/cat-bkn diakses pada tanggal 01 desember 2016



Wulandari, F.(2014). Implementasi metode computer assisted test (cat) dalam rekrutmen calon pegawai negeri sipil di kantor regional ii badan kepegawaian negara surabaya. Universitas Negeri Surabaya: Surabaya

Kamis, 13 Oktober 2016

Tugas ke 2 Sistem Informasi Psikologi


Nama : Widya Djaati
Npm : (19513267)
Selamat malam guys, kali ini saya akan memposting tugas kedua dari mata kuliah Sistem Informasi Psikologi tahun ajaran 2016/2017. Semoga postingan berikut bisa bermanfaat buat kita semua. Amiin J
Berikut penjelasan mengenai Elemen-elemen sistem dan karakteristik sistem :

A.  Elemen Sistem
Elemen Sistem Menurut Togar
Menurut (Togar, 1994:11) Elemen sistem adalah bagian terkecil sistem yang dapat diidentifikasi. Input – output adalah kerangka yang bermanfaat untuk mengevaluasi operasi sistem (analisis proses) dan menentukan alternatif – alternatif untuk peningkatan performansi sistem (anlisis hasil akhir) Lingkungan sistem adalah kumpulan obyek dimana perubahannya akan mempengaruhisistem dalam batas – batas tertentu (Widiastusti, 2014).




Tujuan. Sistem harus mengarah ke satu atau beberapa tujuan. Apakah suatu sistem dapat memberikan ukuran waktu, daya listrik, atau informasi, sistem tersebut tetap harus mengarah ke suatu tujuan. Jika sebuah sistem tidak lagi mengarah ke sebuah tujuan, maka sistem itu harus diganti (Hall, 2007).

Mekanisme pengendalian. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik. Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan (Widiastusti, 2014).

Pemasukan (Input). Menurut Azhar Susanto (dalam Djahir & Dewi, 2014) input merupakan segala sesuatu yang masuk kedalam suatu sistem. Input dapat berupa energi, manusia, data, modal, bahan baku, layanan dan lainnya. Input merupakan pemicu bagi sistem untuk melakukan proses yang diperlukan.

Pengolahan. Menurut Azhar Susanto (dalam Djahir & Dewi, 2014) proses merupakan perubahan dari input menjadi output. Proses bisa dilakukan oleh mesin atau orang, ataupun computer. Kombinasi input serta urutan yang berbeda untuk menghasilkan output yang bermacam-macam menjadikan proses itu sangat kompleks. Proses mungkin berupa perakitan yang menghasilkan satu macam output dari berbagai macam input yang disusun berdasarkan aturan tertentu.

Output. Menurut Azhar Susanto (dalam Djahir & Dewi, 2014) output merupakan hasil dari suatu proses yang merupakan tujuan dari keberadaan sistem. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.

B.    Karaktersistik Sistem
Menurut Fatta (2007) untuk memahami atau mengembangkan suatu sistem, maka perlu membedakan unsur-unsur dari sistem yang membentuknya. Berikut adalah karakteristik sistem yang dapat membedakan suatu sistem dengan lainnya:
a)     Memiliki komponen (component). Kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang mentransformasikan input menjadi bentuk setengah jadi (output). Komponen bisa berupa subsistem dari sebuah sistem.
b)     Memiliki Batasan (boundary). Penggambaran dari suatu elemen atau unsur mana yang termasuk di dalam sistem dan mana yang di luar sistem
c)     Lingkungan (environment). Segala sesuatu diluar sistem, lingkungan yang menyediakan asumsi, kendala dan input terhadap suatu sistem.
d)     Penghubung (interface). Tempat di mana komponen atau sistem dan lingkungannya bertemu atau berinteraksi
e)     Masukan (input). Sumber daya (data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu sistem.
f)      Keluaran (outpu). Sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, dan tampilan) yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem
g)     Pengolahan sistem (process). Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran
h)     Sasaran atau tujuan. Tujuan yang ingin dicapai oleh sistem, akan dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan.

C.    Model sistem informasi psikologi (secara manual)
Para ahli mempelajari sistem informasi dengan  tujuan ketertarikan terhadap bagaimana pengambilan keputusan manusai mengenal dan menggunakan informasi formal. Dalam hal ini, proses psikologi yang berperan adalah psikologi kognitif, otak merupakan pusat pengolahan informasi. Informasi diperoleh dari pengalaman hidup sehari-hari yang ditangkap oleh penginderaan. Hasil informasi dikirimkan melalui jaringan  saraff tertentu ke susunan saraf pusat di otak. Dalam susunan saraf pusat  ini berbagai informasi diolah dah hasil pengolahan informasi tersebut manghasilkan pemahaman tentang suatu pengalaman.

Penggunaan sistem informasi dalam psikologi dimungkinkan karena banyak hal dalam dunia psikologi yang masih bisa dikelola dengan sentuhan komputerisasi. Misalnya penggunaan tes psikologi secara virtual, penggunaan teknologi eye-tracking dan yang terbaru adalah teknologi virtual reality yang memungkinkan seseorang untuk mengurangi bahkan menyembuhkan gangguan psikologis seperti ADHD, PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), dan beragam fobia. Contoh nyatanya adalah banyaknya tes – tes psikologi yang dulu diberikan secara manual sudah bisa dikomputerisasi seperti Papikostik, hal ini merupakan kerjasama antar bidang ilmu computer dan psikologi yang pada akhirnya bermanfaat untuk peningkatan kualitas tes psikologi itu sendiri (Vaniaa, 2012).
DAFTAR PUSTAKA

Fatta, H. A (2007).  Analisis dan perancangan sistem informasi. Jakarta: Andi Offset

Hall, J.A (2007). Sistem informasi akutansi edisi 4. Jakarta: Salemba Empat

Djahir, Y & Dewi, P(2014). Sistem informasi manajamen. Yogyakarta: Deepublish

Vaniaa (2012). Halaman 1: Pembahasan sistem informasi psikologi. http://vaniariyanti.blogspot.co.id/2012/10/pembahasan-sistem-informasi-psikologi_16.html  Diakses 13 oktober 2016

Widiastuti, R (2014). Komponen elemen-elemen sistem. Halaman 1: http://raniwidiastuti.blogspot.co.id/2014/11/komponen-elemen-elemen-sistem.html diakses 13 Oktober 2016

Minggu, 25 September 2016

Tugas 1. Sistem Informasi Psikologi

Nama           : Widya Djaati
NPM            : 1953267
Kelas            : 3PA06

TUGAS SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI I

A.  Pengertian sistem informasi psikologi

Indonesia adalah Negara yang di dalamnya terdapat berbagai suku bangsa, adat, serta istiadat masing-masing. Indonesia memiliki berbagai keunikan dalam ciri khas berkomunikasi. Komunikasi itulah yang membuat masyarakat di Indonesia memiliki keterikatan dan hubungan baik yang berkaitan dengan suku, adat ataupun dalam lingkup pekerjaan dan kekeluargaan. Dengan adaanya kekeluargaan tersebut, muncul lah suatu informasi, informasi itu bisa datang dari siapa saja dan dimana saja. Informasi selanjutnya yang akan membuat masyarakat atau setiap individu  bisa saling mengenal baik satu dengan yang lainnya. Untuk penjelasan lebih jelasnya tentang sistem informasi psikologis adalah sebagai berikut ! J

1.   Sistem
Menurut Fat (dalam Hutahahean, (2015), sistem merupakan suatu himpunan suatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.

Menurut Indrajit (dalam Hutahahean, (2015),  sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.

Menurut Jogianto (dalam Marimin, Tanjung, & Prabowo2006)sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Menurut Murdick, R.G (dalam Hutahahean, (2015) sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur bagian-bagian pengolahan yang mencari suatu tujuan tertentu
Berdasarkan penjelesan tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu yang saling berhubungan yang memiliki tujuan tertentu dan di dalam tujuan tersebut terdapat sebuah elemen-elemen yang membentuk interaksi yang terjadi disuatu tempat yang nyata.



2.   Informasi
Menurut Kenneth C. Laudon (dalam Jimmy, 2008) informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan unuk manusia.

Menurut Jimmy (2008) informasi adalah sesuatu keterangan yang bermanfaat untuk para pengambil keputusan/manajer dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang sudah di tetapkan sebelumnya.

Menurut Anton M. Moeliono (dalam Jimmy, 2008) infromasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita. Informasi juga adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan.

Menurut Gordon B. Davis infromasi (dalam Jimmy, 2008) adalah data yang telah diproses/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan informasi terdiri dari data yang didapatkan, yang mempunyai manfaat bagi individu yang memberikan infromasi atau yang menerima informasi.

3.   Psikologi
Menurut Wundt (dalam Basuki, 2008) psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness). Dari batasan ini dapat dikemukakan bahwa dalam psikologi, keadaan jiwa direfleksikan dalam kesadaran manusia. Unsur kesadaran merupakan hal yang dipelajari dalam psikologi.

Menurut Woodworth dan Marquis (dalam Basuki, 2008) psikologi merupakan aktivitas-aktivitas individu. pengertian aktivitas itu luas, baik aktivitas motorik kognitif maupun emosional.

Menurut Plotnik (dalam Basuki, 2008) psikologi merupakan studi yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental. Psikologi juga merupakan kesadaran manusia yang mempelajari proses mental, karena proses mental merupakan kesadaran.

Berdasarkan kesimpulan tersebut menyatakan bahwa psikologi adalah ilmu tentang perilaku manusai yang berhubungan dengan kesadaran, dan manifestasi dari kesadaran, proses mental, baik aktifitas fisik, pikiran dan emosional.




KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan dari tokoh-tokoh diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu ilmu yang didalamnya terdapat suatu elemen-elemen yang saling berhubungan dan membawa manfaat yang didapatkan bagi individu, berupa fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia dan sangat berperan penting bagi proses tingkah laku baik sadar maupun tidak sadar.
Contoh nyata dari pengaplikasian “sistem informasi psikologi” dalam kehidupan sehari-hari yaitu dapat digunakan untuk mengungkap kepribadian individu, seperti halnya banyak perusahaan sekarang ini menggunakan software tentang alat tes agar waktu yang digunakan dalam menyeleksi calon karyawan baru lebih cepat dan efisien,  alat tes tersebut diantaranya tes IQ, tes kepribadian : Tes Rorschach atau bercak tinta.

DAFTAR PUSTAKA
Basuki, Heru A. M. (2008) Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
Gaol, C.J.L (2008). Sistem informasi manajemen pemahaman dan aplikasi. Jakarta: Grasindo
Marimin. Tanjung, H. Prabowo, H. (2006). Sistem informasi manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Grasindo
Jeperson, Hutahahean. (2015). Konsep sistem informasi. Jakarta: Budi Utama
Septiana, A. 2015. Pengertian Infromasi dan informasi psikologi. http://amlsptnfarid.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-informasi-dan-sistem.html